KAKEK TUA YANG TERLUNTA
Di
sebuah desa hidup sepasang suami istri yang telah menikah puluhan
tahun, mereka mempunyai satu orang anak laki-laki bernama johan, kakek
toto dan nenek titi sangat menyayanginya, kini johanpun telah menikah,
dengan sangat bahagia kakek dan nenek menghadiahkan rumah yang di
tempatinya itu untuk anaknya, sementara mereka tinggal d sebelah rumah
itu dengan rumah yang sederhana hanya berdinding kayu dan beralaskan
tanah sungguh jauh dengan rumah yang d tempati dulu.
Suatu hari nenek bilang pada anaknya "Nak,,ibu mohon bekerja lah disini saja,, jangan tinggalkan ibu dan bapa" ujar nenek
"bu,, kalau aku bekerja disini uangnya tidak akan tekumpul banyak, tolong ibu mengerti" ujar johan dan ia meninggalkan nenek yang masih ingin memohon padanya agar tidak jadi bekerja di luar negri, namun johan tetap kukuh selalu di desak istrinya,,Neni.
Dengan berat hati johanpun pergi meninggalkan orangtuanya, setelah beberapa hari nenek titi sakit keras ia ingin di temani johan namun neni malah memarahinya sementara kakek toto tidak bisa berbuat apa-apa, ketika tengah malam nenek meninggal di pangkuan sang kakek.
Sejak saat itu kakek toto sangat menderita, ia kehilangan istri yang sangat di cintainya, sementara menantunya tak pernah mengurusinya, kakek itu hanya makan dari belas kasihan tetangganya, sementara kalau tak ada tetangga yang memberinya makan, ia pun tak makan, namun kakek tetap rajin beribadah ia sering pergi ke mesjid tiap waktu shalat wajib tiba, namun pada hari itu kakek toto tidak pulang dari jam dzuhur sampe waktu tiba ashar, untung saja pengurus mesjid mengetahuinya,, kakek toto meninggal dalam keadaan sujud, mungkin ia meninggal saat shalat dzuhur tadi.
Subhanallah,, sungguh indah jalan yang di berikan allah kepadanya...
Tiga tahun setelah itu johan pulang,, ia menanyakan bapa dan ibunya istrinya bilang bahwa orangtuanya telah meninggal dunia tiga tahun lalu,, sekujur tubuhnya terasa lemas pipinya di basahi air mata yang bercucuran, teringat di ingatannya sejak ia kecil dulu.
"dari kecil aku tak pernah kekurangan suatu apapun, dari kecil aku sangat di sayang bapak dan ibu, saat makan aku di suapinya saat tidur aku di nyanyikannya saat sakit aku di rawatnya tap kenapa aku tidak bisa melakukan apa yang di lakukan ibu dan bapak dulu padaku,
maafkan aku pak,, maafkan aku bu,, kalian pergi sebelum aku meminta maaf pada kalian, andai waktu bisa berputar kembali aku ingin menemani sisa usia bapak dan ibu, aku ingin menyuapi kalian, aku ingin mengurus kalian dikala sakit" air mata johan terus mengalir namun saat itu sodaranya mengingatkannya bahwa dia harus ikhlas,, penyesalan memang selalu di akhir.
Sejak saat itu di setiap hembusan nafas johan selalu di hiasi doa untuk ayah dan ibunya.
Suatu hari nenek bilang pada anaknya "Nak,,ibu mohon bekerja lah disini saja,, jangan tinggalkan ibu dan bapa" ujar nenek
"bu,, kalau aku bekerja disini uangnya tidak akan tekumpul banyak, tolong ibu mengerti" ujar johan dan ia meninggalkan nenek yang masih ingin memohon padanya agar tidak jadi bekerja di luar negri, namun johan tetap kukuh selalu di desak istrinya,,Neni.
Dengan berat hati johanpun pergi meninggalkan orangtuanya, setelah beberapa hari nenek titi sakit keras ia ingin di temani johan namun neni malah memarahinya sementara kakek toto tidak bisa berbuat apa-apa, ketika tengah malam nenek meninggal di pangkuan sang kakek.
Sejak saat itu kakek toto sangat menderita, ia kehilangan istri yang sangat di cintainya, sementara menantunya tak pernah mengurusinya, kakek itu hanya makan dari belas kasihan tetangganya, sementara kalau tak ada tetangga yang memberinya makan, ia pun tak makan, namun kakek tetap rajin beribadah ia sering pergi ke mesjid tiap waktu shalat wajib tiba, namun pada hari itu kakek toto tidak pulang dari jam dzuhur sampe waktu tiba ashar, untung saja pengurus mesjid mengetahuinya,, kakek toto meninggal dalam keadaan sujud, mungkin ia meninggal saat shalat dzuhur tadi.
Subhanallah,, sungguh indah jalan yang di berikan allah kepadanya...
Tiga tahun setelah itu johan pulang,, ia menanyakan bapa dan ibunya istrinya bilang bahwa orangtuanya telah meninggal dunia tiga tahun lalu,, sekujur tubuhnya terasa lemas pipinya di basahi air mata yang bercucuran, teringat di ingatannya sejak ia kecil dulu.
"dari kecil aku tak pernah kekurangan suatu apapun, dari kecil aku sangat di sayang bapak dan ibu, saat makan aku di suapinya saat tidur aku di nyanyikannya saat sakit aku di rawatnya tap kenapa aku tidak bisa melakukan apa yang di lakukan ibu dan bapak dulu padaku,
maafkan aku pak,, maafkan aku bu,, kalian pergi sebelum aku meminta maaf pada kalian, andai waktu bisa berputar kembali aku ingin menemani sisa usia bapak dan ibu, aku ingin menyuapi kalian, aku ingin mengurus kalian dikala sakit" air mata johan terus mengalir namun saat itu sodaranya mengingatkannya bahwa dia harus ikhlas,, penyesalan memang selalu di akhir.
Sejak saat itu di setiap hembusan nafas johan selalu di hiasi doa untuk ayah dan ibunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar