Jumat, 04 Mei 2012

                                        BURUNG TAK BERSAYAP
Bintang...
Cahayamu bersinar di sudut kegelapan,
indah warnamu menerangi kesunyian..
Kelipan cahayamu,
seakan inginkan aku tuk temani engkau dalam dingin.a malam..

Bila aku bisa menjelma,
aku akan menjelma mnjadi spertimu...
Agar aku bisa temani engkau dalam ksendirian,
Namun aku, hanya sperti brung tnpa syap...

Awan hitam yg menggumpal,
sedikit dmi sedikit tertiup angin..
Memancarkan cahaya terang,
yg bersinar penuh keindahan..

Awan itu terus terkikis tertiup angin,
memancarkan cahaya yg smakin terang...
Semakin terang dn smakin indah,
rembulan kah ittu..?

Semakin lama smakin jelas,
cahaya itu rembulan yg tertutup awan hitam...
Ia kini menampakan cahaya.a,
yg begitu indah di sisi bintang..

Mengapa aku begitu bodoh,
hanya melihat satu sisi bntang dlam glap mlam...
Smentara di sisi lain,
rembulan tlah di samping.a...

Mengapa bintang tidak berterus trang,
bahwa rembulan tlah ada di sisi.a..
Mngapa ia berkelip, seolah inginkan aku untuk tmani hidup.a,
Sementara di sisi.a tlah ada rembulan...

Apa yg hrus aku lakukan..?
Tk mungkin aku mnjelma sperti rembulan yg engkau puja...
Dia rembulan dngan chaya yg sngat indah...

Smntara aku hnyalah burung tk bersayap,
bagaimana mungkin aku terbang tinggi untuk menggapaimu..
Bila aku tk punya syap yg bisa aku bnggakan..!!
· ·

Tidak ada komentar:

Posting Komentar